Berjualan keliling dulu menjadi menu harianku, aku harus berjualan tiap hari agar punya uang saku untuk sekolah. Ayahku seorang buruh bangunan dan ibuku hanyalah pedagang nasi kuning. Aku bingung..aku minder..aku merasa terkucilkan saat berada di tengah2 temanku..semua temanku berasal dari keluarga yang yaaaaaachhh orang berada lah ya..Angan-anganku dari dulu pengeeennn banget bisa punya banyak uang,, biar bisa beli ini dan itu semauku..tapi apa dayaku..aku hanyalah anak kelas 2 SMA yang mungkin terbilang ababillll.. Semua cara kulakukan (yang halal aja lhoo ) agar bisa mendapatkan uang...sampai akhirnya aku bertemu sama seseorang bernama Kak Mirah, dia kasian melihatku, dan dia mengajakku untuk memulai meniti karir bersamanya.. awalnya aku menolak karna aku belum pernah sama sekali terjun ke dunia bisnis.. tetapi Kak Mirah selalu membimbingku dengan penuh kesabaran..
Diawal aku mulai merasakan sulitnya menjalankan bisnis manual seperti ini, aku sempet mengeluh dan mengeluh, tapi Kak Mirah selalu mengingatkanku tentang angan-anganku. "Ingat dik, Tuhan gak akan memberikan rejeki kepada orang yang suka mengeluh, Tuhan tidak akan langsung memberikan kita uang, tetapi Tuhan memberikan jalan untuk kita sukses" kata-kata inilah yang mulai menjadi penyemangatku. Aku tetap melanjutkan bisnisku ini hingga memasuki bulan kedua, banyak banget orang yang menghina, meremehkan, dan mencemoohku. Aku sempet down dengan hinaan seperti itu, sempet terpikirkan olehku untuk mundur dari dunia bisnis ini. Tapi hal itu aku urungkan saja, aku tetap melanjutkan ,,sekarang aku mulai bisa memotivasi diriku sendiri. "Biarkan orang lain menghina, menertawakan.. jika nanti sudah sampai di garis finish merekalah yang akan memberikan applause untukku" itulah yang sering aku ucapkan dikala aku mendapatkan hinaan dari orang-orang. Ketika mulai memasuki bulan ketiga, aku mulai merasakan hasil dari bisnisku,.,walaupun cuma 50.000 tapi aku senang, aku mulai bersemangat hingga sekarang aku sudah mengantongi uang 2juta perbulannya. Kini aku sudah mulai bisa menjadi diriku sendiri aku tak pernah minder lagi berada di tengah orang-orang kaya walaupun aku memakai baju lusuh. Sejenak aku merasa aku ini lebih kaya dari teman-temanku, mereka punya uang banyak karna minta sama orang tua sedangkan aku,,aku bekerja sendiri. Sekarang aku sudah bisa membayar uang SPP.ku sendiri, ayahku mulai bisa mengumpulkan uang untuk membangun rumah baru. Aku senang dengan kehidupanku yang sekarang,, Tuhan sudah mulai tersenyum padaku, hanya satu yang bisa kuucapkan "Terimakasih kuucapkan pada-Mu Tuhan, terimakasih kuucapkan padamu Ayah dan Ibuku, terimakasih kuucapkan pada kak Mirah, dan terakhir aku ucapkan terimakasih pada semua temen-temen, baik yang sudah mengenalku maupun tidak :)) " ayooo teman-teman remajaku,, jangan hanya menengadahkan tangan saja , jangan berpangku tangan dan jangan hura-hura saja :)) Mulailah terjun ke kerasnya kehidupan... hilangkan GENGSI .. REMAJA BISAAAA !!!
lanjutkan ng'blog ny4
BalasHapussiippppp :))
BalasHapus